BER-QURBAN

BER-QURBAN

By: Agung S.

Dalam perspektif syariat (fiqih) qurban memiliki makna ritual yaitu, menyembelih hewan ternak yang memiliki kriteria tertentu dan pada waktu tertentu (nahar:10 Dzulhijjah, tasyrik 11,12,13 Dzulhijjah ).

Menurut ulama ahli fiqih, ibadah qurban harus dengan hewan kurban seperti kambing /domba, sapi/kerbau, dan unta, tidak boleh diganti dengan lainnya seperti uang atau beras ,meski demikian para ulama menyepakati hukum berqurban adalah sunat muakad.
Dari pemahaman syariati (fiqiyah) tersebut ibadah qurban hanya merupakan ekspresi ubudiyah yang dianjurkan bagi setiap Muslim yang berkemampuan materi, qurban hanya terkesan rutinitas ibadah tahunan bahkan sekedar pesta pora daging yang dibungkus ritualistik ubudiyah belaka. Pemikiran dan pemahaman yang cenderung literalis dogmatis ini kurang memotivasi setiap Muslim untuk berqurban, padahal ketetapan Allah: (Q.S. Al Hajj: 34-37 dn Q.S.Al Kautsar:2) memiliki makna transpormatif saat dibaca dengan referensi setting personal, sosiokultural dan berbagai konteks hidup dan kehidupan umat.

Continue reading

AJARAN KASIH SAYANG ILAHI

AJARAN KASIH SAYANG ILAHI

oleh: Agung S.

Manusia terlahir di dunia ini hakekatnya adalah ujian, amanah dan tanggungjawab. Untuk mampu melaksanakan 3 hal tersebut Allah meniupkan RuhNya ke dalam jasad tatkala jasad berumur 3 bulan dalam rahim ibu,

ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. (Q.S.As-Sajdah (32):9).

Melalui Ruh inilah Allah Robbul Izzati membekali manusia dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, maka manusia yang mampu mengenal Allah akan menjadi manusia sempurna (Insan Kamil).

Continue reading